https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvcHpkuTe891juHTcTmlNooPvjYCdUEytlLLHXcYQhvcLgWlnHKA92s4DIJHljQtqX61sOMbJDO6CcaElW0YrFS5c38lZa_vZDGN65q-UwvfTgasyNLlVKDx-wjdgyqPpJxm9WoXF3ORo/s1600/996048_722726271088205_732148940_n.jpg Ir. H. Endrizal Nazar

Senin, 12 Maret 2018

HIV/AIDS dan Narkoba di Kota Bandung


Temuan yang mencengangkan ketika dilaporkan oleh Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) bahwa Kota Bandung menduduki peringkat pertama jumlah kumulatif infeksi HIV se-Jawa Barat. Dimana kasus HIV - AIDS banyak menjangkiti para Wanita Pekerja Seks (WPS), Lelaki Seks dengan Lelaki (LSL), Waria, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dan bahkan Ibu Rumah Tangga (IRT). Sehingga KPA akan terus berupaya meningkatkan dukungan legislatif, eksekutif, swasta dan masyarakat terhadap program KPA Kota Bandung dalam upaya memutus mata rantai penularan HIV - AIDS. Sementara Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan prevalensi penyalahgunaan narkoba berdasarkan tingkat pendidikan untuk:
SD                   0.48%
SLTP               10.12%
SLTA              45.66%
Diploma          13.01%
Sehingga seksi P2M banyak melakukan advokasi anti narkoba di lingkungan pendidikan dan masyarakat serta diseminasi informasi P4GN kepada pelajar melalui tatap muka pemanfaatan media online.

LPTQ Membuat Bandung Lebih Agamis


Program Maghrib Mengaji yang sudah cukup populer beberapa tahun belakangan ini merupakan salah satu program Bagian Kesra dan Kemasyarakatan yang dilaporkan saat Rapat Kerja Komisi D. Meski masih ada yang harus dievaluasi terutama mengenai fasilitas dan insentif guru mengaji. Sehingga program Maghrib Mengaji tersebut masih dirapi-rapikan. Akan tetapi di tahun 2018, Bagian Kesra juga sudah merancang program-program lainnya. Dimulai dari safari Ramadhan; kegiatan penyusunan fasilitasi dan pembinaan masjid Pemerintah Kota Bandung; kegiatan pengajian aparatur Kota Bandung; kegiatan pembinaan dan penyuluhan kegiatan keagamaan. Selain itu pembangunan LPTQ Kota Bandung di Wilayah Gedebage diharapkan dapat menjadi tempat pusat kegiatan keagamaan warga Kota Bandung. Dimana LPTQ akan menjadi tempat manasik haji juga terdapat mesjid bagi kaum disabilitas. Bagian Kesra dan Kemasyarakatan juga ikut mendukung program sosial, kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan keagamaan pada Program Bandung Peduli, Bandung Sehat, Bandung Cerdas, Bandung Makmur, Bandung Taqwa melalui Gerakan Ayo Bayar Zakat.

Rabu, 07 Maret 2018

(Masih) Sosialisasi UHC


Acara sosialisasi program Jaminan Kesehatan Semesta (UHC) atau Jagjag Waringkas di Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay dihadiri oleh Wakil Walikota Bandung untuk memberikan sambutan sekaligus membuka acara. Selain Wakil Walikota, acara tersebut juga dihadiri oleh Lurah Babakan, Camat Babakan Ciparay, dan Wakil Ketua Komisi D selak narasumber. Tidak lupa juga beberapa tokoh masyarakat turut serta hadir. Acara yang sebagian besar pesertanya adalah ibu-ibu dari Garda sangat meriah, dikarenakan para peserta begitu antusias atas penjelasan dari Endrizal Nazar mengenai program baru tersebut.

Terima Tamu Kunjungan Kerja

Endrizal Nazar menerima kunjungan DPRD Kota Palembang dan DPRD Kota Bukittinggi. Kunjungan Kerja (Kunker) DPRD Kota Palembang berkaitan dengan Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapeperda). Sementara Kunker DPRD Kota Bukittinggi berkaitan dengan Badan Anggaran (Bangar) dan Badan Musyawarah (Bamus).

Kamis, 01 Maret 2018

Wisata Bandung


Laporan Evaluasi Kinerja dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) di tahun 2017 cukup memuaskan, terlihat dari capaian indikator berupa 3 simpul kreatif, 4 objek tradisi dilestarikan, kunjungan wisatawan sebanyak 6,960,522 wisatawan, dan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 80.96. Untuk upaya pelestarian terdiri dari: 116 kegiatan pasanggiri dan festival seni budaya, 416 lingkung seni, dan 176 pertunjukan di ruang publik. Apa saja event unggulan Kota Bandung di tahun 2017? Seperti yang kita ketahui ada Bandung Lautan Api (BLA), Asian African Carnival, perayaan 17 agustus, Bandung Great Sale, Braga Culinary and Festival, Bandung Light Festival, dan Year End Festival. Jangan lupakan juga daya tarik wisata yang baru di Kota Bandung: China Town, Bandung Creative Hub, Kampung Cibunut, dan Pasir Kunci.
Di tahun 2018 kalender wisata dimulai di bulan Februari dengan Korean Festival, Bandung Lautan Api (BLA) di bulan Maret. Di bulan April akan lebih semarak dengan adanya Record Store Day, Bandung Mice Forum, Bukber on the street. Dan event paling meriah di bulan April ialah Asia Africa Week dengan rangkaian acara berupa: photo exhibition, youth conference, expo, asian african carnival, dan unity run. Bulan Juni merupakan bulannya pecinta musik tradisional karinding karena akan diadakan Konferensi Karinding Indonesia. Sementara di bulan Juli ada Bandung Blasting Rock Festival dan Bandung International Art Festival. Di bulan Agustus ada Bandung Haclathon dan Fun Run. Kembali menjunjung tinggi kecintaan terhadap budaya lokal di bulan September diadakan Rabaru Sunda, event tahunan yang ditunggu penggila belanja Bandung Great Sale and Fashion Weekend, serta Seni Bandung#2. Bandung Light Festival yang sukses di tahun 2017 juga akan kembali ada di tahun 2018. Pada penghujung tahun ada Angklung Bandung di bulan November dan Year End Festival di bulan Desember.

Mapay Puskesmas



Sebagai tindak lanjut sekaligus melihat bagaimana progress Universal Health Coverage (UHC) di masyarakat, Endrizal Nazar mengunjungi beberapa Puskesmas di Daerah Pemilihannya. Puskesmas yang pertama kali didatangi ialah Puskesmas Ledeng. Di Puskesmas Ledeng, Endrizal bertemu dengan drg. Krishnawati Savitri atau yang biasa disapa dengan dr. Vivi. Dr. Vivi mengakui bahwa program UHC ini masih belum dipahami betul oleh petugas kesehatan terkait, dikarenakan programnya masih terhitung baru dan belum disosialisasikan oleh pihak Dinas Kesehatan. Setelah mendatangi Puskesmas Ledeng, Endrizal juga berkunjung ke kantor Kelurahan Isola. Selain bersilaturahim, Endrizal banyak berbincang dengan lurah Isola. Dimana Isola memiliki destinasi wisata yang cukup menarik, ada Curug Sigay di RW 6, ada Dapur Jompo ibu Ainun Habibie di Neglasari, tak lupa juga Urban Farming yang sudah dibudayakan di wilayah tersebut. Pada hari berikutnya giliran Puskesmas Sukarasa yang dikunjungi oleh Endrizal. dr. Hj. RR. Theresia Widuri beserta jajarannya menyambut baik kedatangan Endrizal, meski awalnya sedikit was-was. Terlebih lagi ketika ditanyakan mengenai program UHC, mereka juga mengakui masih sedikit kebingungan dengan program baru ini. Sementara untuk program Layad Rawat sudah dilaksanakan secara optimal.
Di lain hari, Endrizal mengunjungi Puskesmas Karangsetra. Sama seperti dua Puskesmas sebelumnya, di Puskesmas Karangsetra juga masih mengalami kebingungan serupa. Hal tersebut diakui oleh kepala Puskesmas Karangsetra, dr. Anton.

Gedung Baru RSKIA; Solusi Minimnya Rumah Sakit di Kota Bandung


RSKIA atau yang biasa dikenal dengan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak akan melakukan perubahan di tahun 2019 mendatang, RSKIA akan bisa menerima pasien umum juga. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala RSKIA saat ekspose bersama dengan Komisi D beberapa waktu lalu. Demi tercapainya impian tersebut, pembangunan RSKIA sudah dimulai sejak lama. Dengan gedung baru RSKIA nanti, pelayanan akan dilakukan dari pagi hingga malam hari, agar semua pasien bisa tertangani dengan optimal. Dengan layanan tersebut, dokter-dokter di RSKIA akan full berada di tempat. Untuk kelas, akan ada kelas executive/VIP bagi yang mampu dan kelas bagi yang tidak mampu. Layanan rawat inap untuk kelas VIP, disediakan satu lantai khusus. Gedung baru RSKIA ini mereprentasikan konsep baru dari RSKIA, yakni penggabungan antara Rumah Sakit Ibu Anak dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Harapan dari Komisi D agar target tersebut bisa tercapai sebelum masa jabatan berakhir agar masih bisa mengevaluasi RSKIA baru nantinya.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Coupons | Re-Design by PKS Piyungan